Bila anda menginginkan sebuah pengalaman
wisata yang fantastis dan tidak akan terlupakan sepanjang hidup anda,
maka anda sudah berada di halaman website yang tepat. Raja Ampat
merupakan tujuan wisata yang memiliki hampir semua alasan untuk datang
mengunjunginya. Dari titik tertinggi di langit sampai ke dasar lautan,
Raja Ampat memiliki pesona yang mampu membuat siapa saja terpukau akan
keindahannya. Bila ada suatu tempat wisata yang harus dikunjungi paling
tidak sekali dalam umur hidup anda, maka Raja Ampat adalah salah
satunya.
read more.
read more.
![]() |
![]() |
![]() |
|||||||||
SURGA TERAKHIR DI DUNIA
Surga Terakhir di Dunia, itulah julukan yang diberikan
kepada Kepulauan Raja Ampat. Mungkin terkesan berlebihan, tetapi
tidaklah demikian bagi anda yang pernah datang ke sana.... |
SURGA BAGI PARA PENYELAMSepertinya tidak berlebihan bila Raja Ampat disebut sebagai "surga bagi para penyelam". Letak geografis kepulauan Raja Ampat yang berada di pusat segitiga terumbu karang dunia ... |
SURGA BAGI SATWA LANGKAKeanekaragaman satwa liar yang hidup di hutan-hutan yang tersebar luas di kepulauan Raja Ampat ini kaya sekali jenisnya. Kelestarian ragam habitat kehidupan satwa liar ini dilindungi ... |
|||||||||
| Baca >> | Baca >> | Baca >> | |||||||||
Waisai, 18-21 Oktober 2012Festival Raja Ampat 2012 |
Waisai, Oktober 2013:FESTIVAL RAJA AMPAT 2013 |
KISAH LEGENDA EMPAT RAJA
Terdapat beberapa versi cerita mengenai asal-usul
nama Raja Ampat yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi
di dalam kehidupan masyarakat asli kepulauan Raja Ampat. Salah satu
versi dari cerita ini adalah sebagai berikut:
Pada suatu saat di Teluk Kabui Kampung Wawiyai ada sepasang suami istri pergi ke hutan (sebagai perambah hutan) untuk mencari makanan, ketika mereka tiba di tepi Sungai Waikeo (Wai artinya air, kew artinya teluk) mereka menemukan enam butir telur naga. Telur-telur tersebut disimpan dalam noken
(kantong) dan dibawa pulang, sesampainya di rumah telur-telur tersebut
disimpan dalam kamar. Ketika malam hari mereka mendengar suara
bisik-bisik, betapa kagetnya mereka ketika mereka melihat di dalam
kamar ternyata ke-lima butir telur telah menetas berwujud empat anak
laki-laki dan satu anak perempuan, semuanya berpakaian halus yang
menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan raja.
Sampai saat ini belum jelas siapa
yang memberikan nama kepada anak-anak tersebut tapi kemudian diketahui
bahwa masing-masing anak bernama :
Sedangkan anak yang perempuan (bernama Pintolee), pada suatu ketika anak perempuan tersebut diketahui sedang hamil dan oleh kakak-kakaknya Pintolee diletakkan dalam kulit bia (kerang) besar kemudian dihanyutkan hingga terdampar di Pulau Numfor. Satu telur lagi tidak menetas dan menjadi batu yang diberi nama Kapatnai
dan diperlakukan sebagai raja bahkan di beri ruangan tempat bersemayam
lengkap dengan dua batu yang berfungsi sebagai pengawal di kanan-kiri
pintu masuk bahkan setiap tahunnya dimandikan dan air mandinya
disiramkan kepada masyarakat sebagai babtisan untuk Suku Kawe. Tidak setiap saat batu tersebut bisa dilihat kecuali satu tahun sekali yaitu saat dimandikan.
Oleh karena masyarakat sangat menghormati keberadaan telur tersebut maka dibangunlah sebuah rumah ditepi Sungai Waikeo sebagai tempat tinggalnya dan hingga kini masih menjadi objek pemujaan masyarakat. (Sumber: Korneles Mambrasar)
SEJARAH RAJA AMPAT
|













0 comments:
Post a Comment